Senin, 20 Juni 2011

kedisiplinan guru berpengaruh terhadap siswa

KEDISIPLINAN GURU PENGARUHNYA TERHADAP AKHLAK SISWA


A. Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan suatu bangsa, tidaklah cukup dengan hanya memiliki kecerdasan berfikir dan kemampuan intelektual saja, tetapi juga harus disertai dengan kesehatan mental dan budi pekertiyang luhur atau akhlak yang mulia. Sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa upaya untuk meningkatkan kecerdasan berpikir, pembangunan mental, budi pekerti atau akhlak mulia adalah tugas dunia pendidikan atau secara khusus tugas sekolah.
Dewasa ini, keberadaan sekolah benar-benar sangat diperlukan, karena sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar untuk membimbing, mendidik, melatih dan mengembangkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan diantaranya adalah menjadi manusiayang berbudi pekerti atau akhlak yang luhur. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 : …bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusiayang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU Sisdiknas, 2003:7)
Akan tetapi, sangat disayangkan bahwa pada kenyataannya tidak sedikit pelajar yang kerap kali menunjukkan perilaku yang tidak terpuji dalam kesehariannya. Kita sering mendengar banyaknya kasus tawuran antar pelajar, keterlibatan penggunaan obat-obatan terlarang, sex bebas di kalangan pelajar sekolah, terutama di kot-kota besar. Kenyataan ini menunjukkan bahwa pembinaan perilaku atau akhlak tidaklah mudah dilakukan dan harus ditangani dengan sungguh-sungguh.
Menurut Imam Barnadib (2003:3) bahwa watak yang tidak bermoral perlu dicegah kehadirannya dalam pergaulan manusia. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan upaya pembinaan jangka panjang dan harus dimulai sejak dini, antara lain mulai dari keluarga, kemudian dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Di lingkungan sekolah guru memegang peranan penting dalam proses pembentukan dan perkembangan akhlak peserta didik. Sebagai pendidik guru tidak hanya bertugas untuk menyampaikan mata pelajaran tertentu saja, tetapi juga dituntut untuk dapat membimbing, mengarahkan dan memberikan teladanyang terpuji sehingga dapat membantu menumbuhkan perilaku yang baik serta akhlak mulia pada peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Guru pada idealnya harus dijadikan idola dan dihormati oleh peserta didik, maka guru harus mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan perilaku yang baik, berdisiplin dan menanamkan nilai-nilai moral yang sangat penting bagi perkembangan kejiwaan siswanya. Perilaku guru akan memberikan warna dan corak tersendiri terhadap watak peserta didik di kemudian hari. Contoh teladan yang ditunjukkan oleh Guru akan lebih mudah melekat dalam perilaku siswa dibandingkan dengan pembelajaran secara verbal. Jadi guru harus memiliki akhlak baik dan menunjukkan sikap disiplin yang tinggi agar dapat menjadi panutan bagi anak didiknya, sehingga proses pendidikan yang dilaksanakan dapat berhasil sesuia dengan tujuannya.
Namun demikian, kita tidak dapat menafikan bahwa masih banyak guru yang tidak ambil peduli terhadap keharusan-keharusan tersebut, karena mereka tidak memahami dengan baik tugasnya sebagai pendidik. Banyakguru yang beranggapan bahwa jika proses pembelajaran di kelas telah selesai, maka selesai pula tugasnya, bahkan tidak jarang pula mereka mengabaikan tugasnya untuk mengajar. Faktor-faktoryang menyebabkan terjadinya hal tersebut antara lain adalah Pertama, banyak yang menjadi guru karena motif ekonomi, yang diperlukannya adalah upah dari mengajar, kadang tidak ikhlas dengan gaji yang diterimanya, sehingga berusaha mencari tambahan dengan mengorbankan tugas utamanya sebagai pendidik, dan tidak mau tahu tengan tujuan pendidikan sebenarnya; Kedua, banyakguru yang mempunyai latar belakang pendidikannya belum keguruan yang menyebabkan kurang faham dengan etika keguruan; Ketiga, rendahnya sikap disiplin pribadi guru , kurangnya semangat dan rasa tanggungjawab untuk melaksanakan tugas, tidak adanya kecintaan terhadap pekerjaan sebagai pendidik dan masih adanya anggapan bahwa bagi anak sekolah dasar telah cukup dengan hanya mengajarnya membaca, menulis dan berhitung.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalahan sebagai berikut :
1.Tata tertib sekolah masih belum dijalankan dengan benar sehingga banyak guru yang melanggarnya.
2.Kurang disiplinnya guru dalam mengajar sehingga berpengaruh terhadap siswa baik dari pengetahuan, sikap maupun perilaku sehari-hari.
3.Masih adanya guru yang kurang faham dengan etika keguruan yang disebabkan guru tersebut bukan dari jalur keguruan yang syah.
4.Pemahaman guru terhadap administrasi sekolah dan kelas masih kurang.
C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini penulis melakukan pembatasan masalah yaitu dalam hal kedisiplinan guru pengaruhnya terhadap akhlak siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembagtsan masalah diatas, maka masalah-masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.Bagaimana kedisiplinan guru di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?
2.Bagaimana keadaan akhlak siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?
3.Apakah terdapat hubungan antara kedisiplinan guru dan akhlak siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Mayak I Kecamatan Curugbitung ?
E. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :
1.Sebagai bahan kajian dan perbandingan secara ilmiah antara teori dengan praktek di lapangan.
2.Sebagai kajian ilmu pengetahuan tentang pelaksanaan disiplin dalam membentuk perilaku.
3.Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam pelaksanaan disiplin untuk membentuk perilaku peserta didik yang terpuji.
4.Sebagai masukan bagi guru untuk lebih meningkatkan kedisiplinan sehingga dapat memberikan teladan yang baik bagi peserta didik.

Oleh : Imdad


0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More